Bagaimana Menghitung Pajak PPH 21

Home / UKM Melek Keuangan / Bagaimana Menghitung Pajak PPH 21

UKM Melek Keuangan 014 – Bagaimana menghitung pajak penghasilan pph 21 bulanan. ini adalah pajak yang wajib dibayarkan oleh wajib pajak baik di potong oleh perusahaan maupun dilakukan sendiri oleh kamu para wajib pajak yang baik.

Pajak Penghasilan Pribadi

Setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan dan sesuai dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008 maka diwajibkan untuk membayar pajak atas penghasilan bruto yang diperolehnya.

Undang-Undang Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan pertama kali diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 dan beberapa kali mengalami amandemen dan perubahan sebagai berikut:
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008

Tarif Pajak Penghasilan Pph 21

Sesuai dengan Pasal 17 ayat 1, Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif pajak penghasilan pribadi perhitungannya dengan menggunakan tarif progresif sebagai berikut:

Penghasilan Netto Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan 50 juta 5%
50 juta sampai dengan 250 juta 15%
250 juta sampai dengan 500 juta 25%
Diatas 500 juta 30%

 

Perubahan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Tahun 2015

Masyarakat Indonesia saat ini yang memiliki penghasilan rendah wajib bersyukur dengan adanya peraturan pemerintah baru yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 122/PMK.010/2015 mengenai tarif penyesuaian besarnya penghasilan tidak Kena Pajak (PTKP).

Perubahan tarif PTKP setahun sebelumnya Rp. 24,3 juta menjadi sebesar Rp. 36 juta (3 juta per bulan) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi, dan berlaku efektif untuk tahun Pajak 2015 atau per tanggal 1 Januari 2015.

Perhitungan Perubahan PTKP terbaru Tahun 2015:

Wajib Pajak Tidak Kawin dan memiliki tanggungan

Uraian Status PTKP
Wajib Pajak TK0 36.000.000,-
+ Tanggungan 1 TK1 39.000.000,-
+ Tanggungan 2 TK2 42.000.000,-
+ Tanggungan 3 TK3 45.000.000,-

Wajib Pajak Kawin dan memiliki anak / tanggungan

Uraian Status PTKP
+ WP Kawin K0 39.000.000,-
+ Tanggungan 1 K1 42.000.000,-
+ Tanggungan 2 K2 45.000.000,-
+ Tanggungan 3 K3 48.000.000,-

Wajib Pajak Kawin, istri memiliki penghasilan dan digabung dengan suami

Uraian Status PTKP
+ WP Kawin K/I/0 75.000.000,-
+ Tanggungan 1 K/I/1 78.000.000,-
+ Tanggungan 2 K/I/2 81.000.000,-
+ Tanggungan 3 K/I/3 84.000.000,-

Catatan: Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang

 

Perubahan Penghasilan Tidak Kena Pajak – PTKP 2016

Usul kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk Wajib Pajak yang semula Rp.36 juta berubah menjadi Rp.54 juta pertahun (setara dengan Rp. 4,5 juta per bulan) telah disetujui DPR.

Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, PTKP ini akan diberlakukan mulai Bulan Juni 2016 mendatang, dan perhitungannya berlaku surut mulai dari Bulan Januari 2016.

Kalau diperhatikan dan dianalisa kenaikan PTKP 2016 ini lebih kurang 50% dari PTKP 2015, dan kenaikan PTKP 2015 juga demikian lebih kurang 50% dari PTKP 2014 (data aktual PTKP 2014 : 24,3 juta, 2015 : 36 juta, 2016 : 54 juta).

Kenaikan PTKP 2016 ini ditanggapi positip dari berbagai kalangan masyarakat terutama karyawan atau buruh yang saat ini masih memperoleh penghasilan lebih kurang senilai Upah Minimum Regional (UMR).

Dengan adanya penyesuaian tarif PTKP 2016 ini secara hitungan matematis sudah pasti menyebabkan pendapatan negara dari Wajib Pajak orang pribadi akan turun, namun diharapkan dengan adanya kenaikan tarif ini dapat mensejahterakan masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kesadaran bagi Wajib Pajak untuk melapor SPT PPh sesuai dengan penghasilan yang diperolehnya.

Perhitungan Perubahan PTKP 2016 Terbaru :

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak Tidak Kawin dan memiliki tanggungan

Uraian Status PTKP
Wajib Pajak TK0 54.000.000,-
+ Tanggungan 1 TK1 58.500.000,-
+ Tanggungan 2 TK2 63.000.000,-
+ Tanggungan 3 TK3 67.500.000,-

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak Kawin dan memiliki anak / tanggungan

Uraian Status PTKP
+ WP Kawin K0 58.500.000,-
+ Kawin Anak 1 K1 63.000.000,-
+ Kawin Anak 2 K2 67.500.000,-
+ Kawin Anak 3 K3 72.000.000,-

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak Kawin, penghasilan istri digabung dengan suami

Uraian Status PTKP
+ WP Kawin K/I/0 112.500.000,-
+ Kawin Anak 1 K/I/1 117.000.000,-
+ Kawin Anak 2 K/I/2 121.500.000,-
+ Kawin Anak 3 K/I/3 126.000.000,-

Catatan: 

  • Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang
  • TK : Tidak Kawin
  • K : Kawin
  • K/I : Kawin dan penghasilan pasangan digabung

Contoh Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 Tahun 2015

Agar Anda dapat lebih memahami cara perhitungan pajak penghasilan, berikut ini kami berikan contoh perhitungan pajak penghasilan Pph 21:

Misalnya A adalah seorang karyawan status kawin dengan anak 1, dengan data penghasilan sebagai berikut:

Gaji Pokok Rp. 5 juta

Tunjangan Transportasi, Uang Makan dan lain-lain : Rp. 2 juta

Total Penghasilan Bruto : Rp. 7 juta

Dari data di atas perhitungan pajak penghasilan Pph 21 atas penghasilan dalam setahun adalah sebagai berikut:

(dalam Rupiah)

Gaji Pokok

Tunjangan

Penghasilan-Bruto

Pengurangan (-)

PTKP

Biaya Jabatan

Iuran Pensiun

Total

Penghasilan Kena Pajak-Netto

Pajak Pph (5%) Per Tahun

Pajak Pph (5%) Per Bulan

60.000.000,-

24.000.000,-

84.000.000,-

42.000.000,-

4.200.000,-

2.400.000,-

48.600.000,-

35.400.000,-

1.770.000,-

147.500,-


Catatan :

  • Perhitungan diatas dengan asumsi pegawai A memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP), namun apabila tidak memiliki NPWP maka wajib pajak tersebut dikenakan biaya tambahan 20% dari perhitungan normal.
  • Apabila Karyawan A asumsi perhitungan Penghasilan Kena Pajak (Netto) di atas nilainya di atas Rp. 50 juta, maka tarif pajak disesuaikan dengan tabel pajak progresif di atas sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
  • Untuk perhitungan pajak penghasilan PPh 21 Tahun 2016, pola perhitungannya sama dengan contoh diatas, sebagai ilustrasi maka Anda hanya merubah PTKP 2015 untuk golongan K/1 tersebut menjadi PTKP 2016 sebesar Rp. 63.000.000,-

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 Menggunakan Formulir Otomatis / Digital

Apabila Anda telah memahami cara perhitungan manual pajak penghasilan PPh pasal 21 diatas dengan menggunakan excel, untuk mengaplikasikannya langsung pada formulir otomatis dari Direktorat Jendral Pajak, berikut akan kami berikan formulir tersebut dan bisa Anda download.

Formulir tersebut dalam bentuk format PDF, namun dalam pengisiannya Anda dipermudah karena seluruh hitungan penjumlahannya secara otomatis oleh sistem.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam pengisian SPT tersebut, terdapat juga tutorial lengkap bagaimana cara pengisian tahap demi tahap yang sangat mudah dipahami.

Sebagai tambahan Formulir tersebut juga tersedia dalam format Bahasa Inggris (English Language), sehingga dapat digunakan juga oleh warga negara asing (WNA) yang memperoleh penghasilan dan bekerja di Indonesia.

  1. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 SS (diperuntukkan bagi Anda yang bekerja atau karyawan dan memiliki penghasilan bruto lebih kecil dari 60 juta rupiah pertahun.
  2. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 S (diperuntukkan bagi Anda yang bekerja atau karyawan dan memiliki penghasilan bruto lebih besar dari 60 juta rupiah pertahun.
  3. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 (diperuntukkan bagi Anda yang memiliki usaha atau pekerjaan bebas atau Anda adalah sebagai seorang pengusaha)

Perlu Anda ketahui bahwa saat ini proses pengisian dan lapor SPT Pajak Penghasilan Tahunan PPh 21 bisa dilakukan secara online di website Direktorat Jendral Pajak (DJP Online) dengan menggunakan aplikasi efiling pajak, berikut tutorial prosedur pendaftaran, cara pengisian SPT PPh 21 dan penjelasannya:

  1. Cara Lapor Pajak Penghasilan SPT PPh 21 Online Formulir 1770 S
  2. Cara Lapor Pajak Penghasilan SPT PPh 21 Online Formulir 1770 SS
  3. Saat ini Direktorat Jendral Pajak belum menyediakan pengisian SPT 1770 secara online, namun data SPT dapat Anda isi terlebih dahulu, setelah data lengkap bisa segera Anda lapor SPT tersebut dengan cara mengapload ke situs DJP Online.
UKM Melek Keuangan

Phone : Whatsapp

0813-8228-9991